RIAU — OpenAI mengumumkan perubahan signifikan pada layanan ChatGPT, khususnya untuk pengguna non-berbayar. Mulai pekan depan, pengguna versi gratis dan tier Go (paket berbayar termurah) tidak akan lagi mengalami pembatasan jumlah chat teks harian, sebuah keluhan yang sudah lama menjadi momok bagi pengguna aktif.
Kebijakan baru ini otomatis menghapus sistem degradasi model. Sebelumnya, ketika kuota habis, pengguna gratis kerap dialihkan ke model yang lebih kecil dan kemampuannya terbatas. Kini, sesi obrolan akan terus berjalan dengan model yang sama hingga selesai.
GPT-5.6 Luna Gantikan GPT-5.5 Instant
Bersamaan dengan kebijakan baru tersebut, OpenAI akan mengganti model default untuk pengguna gratis dan Go dari GPT-5.5 Instant ke GPT-5.6 Luna. Model ini merupakan varian terkecil dari tiga model GPT-5.6 yang dirilis pada Juli lalu. Proses migrasi dijadwalkan berlangsung pekan ini.
Meski chat teks menjadi tak terbatas, pengguna gratis dan Go tetap akan menghadapi batas untuk unggahan file dan generasi gambar. Artinya, tidak semua fitur menjadi tanpa kuota—hanya jalur komunikasi teks yang dibebaskan.
Tombol Think: Kontrol Seberapa Dalam AI Berpikir
Fitur anyar yang diberi nama tombol Think akan mulai tersedia pekan depan untuk pengguna gratis dan Go. Fungsinya memungkinkan pengguna memilih seberapa besar "upaya berpikir" yang dilakukan ChatGPT sebelum merespons. Ini memberi kontrol lebih bagi pengguna yang butuh jawaban cepat versus analisis mendalam.
Untuk pelanggan Plus dan Pro, tombol Think hadir dalam bentuk penggeser (slider) dengan tingkat dari "instan" hingga "pro". OpenAI menyarankan pengaturan cepat untuk pertanyaan sehari-hari, dan level tertinggi untuk perencanaan, riset, penulisan, coding, atau keputusan kompleks yang membutuhkan pertimbangan lebih.
GPT-5.6 Sol Lebih Akurat dan Langsung
OpenAI juga menyempurnakan GPT-5.6 Sol, model flagship yang hanya tersedia untuk pelanggan Plus dan Pro. Klaim utamanya: respons lebih langsung, format lebih ringkas, dan menghindari detail berlebihan yang tidak diperlukan. Untuk pertanyaan singkat, pengguna akan mendapat jawaban langsung dengan konteks yang cukup.
Perbaikan paling signifikan ada pada akurasi faktual. Dalam evaluasi internal terhadap prompt finansial, medis, dan hukum, kesalahan faktual berkurang sekitar 68 persen dibandingkan GPT-5.5 Instant. Model baru ini dirancang lebih teliti soal angka, tanggal, sumber, aturan, dan asumsi.
Menariknya, versi GPT-5.6 Sol yang digunakan untuk ChatGPT Work dan Codex tidak berubah. Model yang disempurnakan ini khusus dioptimalkan untuk percakapan sehari-hari dan hanya tersedia di pengalaman Chat.
Dampak untuk Pengguna Indonesia
Bagi pengguna ChatGPT di Indonesia yang mayoritas memakai akun gratis, perubahan ini terasa relevan. Menghilangnya batas chat teks berarti produktivitas harian—mulai dari menulis email, merangkum dokumen, hingga brainstorming ide—tidak lagi terputus di tengah jalan oleh notifikasi kuota.
Kabar buruknya, batas generasi gambar yang hanya 5-6 kali per hari tetap berlaku. Ini menjadi catatan bagi pengguna yang sering memanfaatkan fitur visual, karena peningkatan kapasitas di sektor tersebut belum menjadi prioritas OpenAI dalam pembaruan kali ini.
Untuk pengguna yang menginginkan akurasi lebih tinggi pada data faktual, peningkatan GPT-5.6 Sol menjadi alasan kuat mempertimbangkan upgrade ke tier Plus. Namun bagi pengguna kasual yang butuh asisten menulis dan menjawab pertanyaan umum, paket gratis dengan GPT-5.6 Luna sudah mencukupi.