Indonesia dan Amerika Serikat Teken Kerja Sama Strategis Sektor Energi hingga Tekstil Senilai US$38,4 Miliar

Kamis, 19 Februari 2026 | 14:01:09 WIB
Indonesia dan Amerika Serikat Teken Kerja Sama Strategis Sektor Energi hingga Tekstil Senilai US$38,4 Miliar

JAKARTA - Hubungan ekonomi Indonesia dan Amerika Serikat memasuki babak baru dengan penandatanganan kesepakatan bernilai jumbo. Total nilai kerja sama yang disepakati mencapai US$38,4 miliar dan mencakup berbagai sektor strategis.

Kesepakatan tersebut dituangkan dalam 11 nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU). Penandatanganan dilakukan dalam forum bisnis yang mempertemukan pelaku usaha kedua negara di Washington D.C.

Indonesia dan Amerika Serikat meneken 11 nota kesepahaman senilai US$38,4 miliar. Kesepakatan ini dilakukan antara pelaku usaha Indonesia dan Amerika Serikat dalam sesi roundtable Business Summit yang diselenggarakan oleh US-ASEAN Business Council pada Rabu, 18 Februari 2026 waktu setempat.

Kegiatan tersebut turut disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Momentum ini menjadi simbol kuatnya komitmen kolaborasi sektor swasta dan pemerintah kedua negara.

Kolaborasi Strategis Lintas Sektor Industri

Penandatanganan 11 MoU ini menjadi wujud konkret kolaborasi sektor pemerintah serta swasta kedua negara di berbagai bidang. Kerja sama mencakup pertambangan dan hilirisasi, energi, agribisnis, tekstil dan garmen, hingga manufaktur furnitur serta pengembangan teknologi.

Ragam sektor yang terlibat menunjukkan luasnya spektrum kemitraan ekonomi Indonesia dan Amerika Serikat. Tidak hanya komoditas tradisional, tetapi juga sektor bernilai tambah tinggi seperti semikonduktor ikut masuk dalam daftar kerja sama.

Kehadiran pelaku usaha dari kedua negara dalam forum tersebut memperkuat pesan bahwa investasi dan perdagangan bilateral terus berkembang. Forum bisnis ini menjadi ruang dialog sekaligus eksekusi nyata melalui penandatanganan MoU.

Nilai total US$38,4 miliar mencerminkan skala ambisi dan potensi yang ingin digarap bersama. Kerja sama ini diharapkan mendorong peningkatan investasi, transfer teknologi, serta perluasan pasar ekspor.

Daftar 11 MoU yang Ditandatangani

Adapun daftar nota kesepahaman yang ditandatangani meliputi berbagai bidang strategis. Kesepakatan pertama adalah Memorandum of Agreement tentang Critical Mineral.

MoU tersebut ditandatangani oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani bersama President & CEO Freeport-McMoRan Kathleen Quirk dan President Director PT Freeport Indonesia Tony Wenas. Kerja sama ini menegaskan pentingnya mineral kritis dalam rantai pasok global.

Selanjutnya, MoU Oilfield Recovery antara Pertamina dan Haliburton turut diteken. Penandatanganan dilakukan oleh CEO Pertamina Simon Mantiri dan President Director Haliburton Ankush Balla.

Di sektor agrikultur jagung, MoU diteken antara PT Cargill Indonesia, PT Arena Agro Andalan, dan Cargill Inc. Penandatangan dilakukan oleh Managing Director Amcham mewakili Fanny Hosea PT Sorini Agro Asia Corporindo Donna Priadi serta Director International Government Relations (China & APAC) at Cargill Elizabeth Struse.

Kerja sama di bidang kapas atau cotton juga menjadi bagian penting dalam daftar MoU. Busana Apparel Group menandatangani MoU dengan U.S. National Cotton Council.

MoU tersebut ditandatangani oleh Chief Marketing Officer Busana Apparel Manish Virmani dan Senior Government Relations Director for National Cotton Council Jeff Kuckkuck. Selain itu, Daehan Global juga meneken MoU tentang Cotton dengan U.S. National Cotton Council.

Penandatanganan dilakukan oleh CEO of Daehan Global Boo Hyung Lee dan Senior Government Relations Director for National Cotton Council Jeff Kuckkuck. Kesepakatan ini memperkuat pasokan bahan baku tekstil bagi industri garmen Indonesia.

MoU tentang Shredded Worn Clothing turut disepakati antara Asosiasi Garment dan Textile Indonesia, PT Pan Brothers, dan Ravel. Dokumen tersebut ditandatangani oleh CEO PT Pan Brothers Ludijanto Setijo dan CEO Ravel Zahlen Titcomb.

Di sektor furnitur, ASMINDO atau Indonesian Furniture Industry & Handicraft Association meneken MoU dengan Bingaman and Son Lumber, Inc. Penandatangan dilakukan oleh CEO Vivere Group (ASMINDO) Dedy Rochimat dan Director of Exports Jeremy Roupp.

Kerja sama di bidang semikonduktor juga menjadi sorotan penting dalam rangkaian MoU. Galang Bumi Industri menandatangani MoU dengan Essence.

Penandatangan dilakukan oleh President Director Ahmad Maaruf Maulana dan President Director Chester Coleman. Selain itu, Galang Bumi Industri juga meneken MoU semikonduktor dengan Tynergy Technology Group.

MoU tersebut ditandatangani oleh Director GBI Kadafi Yahya Muhamad dan President Direktur Yan Purba. Kesepakatan ini menunjukkan langkah Indonesia untuk masuk lebih dalam ke industri teknologi tinggi.

Transnational Free Trade Zone Friendship turut disepakati antara Galang Bumi Industri dan Solanna Group LLC. Dokumen tersebut ditandatangani oleh Director Tjaw Hioeng dan President Solana Group David Fordon.

Terakhir, MoU tentang Furnitur/Wood Product diteken antara Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan (HIMKI) dan American Hardwood Export Council. Penandatangan dilakukan oleh Head of Promotion and Marketing for Americas Rudy Hartono dan American Hardwood Export Council Michael Snow.

Implikasi Ekonomi dan Arah Kerja Sama ke Depan

Penandatanganan 11 MoU ini menandai penguatan hubungan ekonomi Indonesia dan Amerika Serikat. Kolaborasi tidak hanya terbatas pada perdagangan, tetapi juga mencakup investasi, hilirisasi, dan pengembangan teknologi.

Keterlibatan sektor swasta dalam skala besar menunjukkan optimisme terhadap prospek ekonomi kedua negara. Dengan nilai US$38,4 miliar, kerja sama ini diharapkan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja.

Momentum Business Summit yang diselenggarakan pada 18 Februari 2026 menjadi tonggak penting dalam hubungan bilateral. Kehadiran Presiden Prabowo Subianto menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap kemitraan strategis ini.

Ke depan, implementasi setiap MoU akan menjadi kunci realisasi manfaat ekonomi yang dijanjikan. Sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha diharapkan mampu mengoptimalkan potensi kerja sama yang telah disepakati.

Terkini

Panduan Olahraga Ringan Agar Puasa Tetap Nyaman

Kamis, 19 Februari 2026 | 15:42:59 WIB

Bintang Voli Vietnam Perkuat Nakhon Ratchasima Thailand

Kamis, 19 Februari 2026 | 15:42:59 WIB

Voli Jepang Soroti Aksi Memukau Farhan Halim

Kamis, 19 Februari 2026 | 15:42:59 WIB

Persaingan Ketat Liga Inggris, Arsenal Tetap Percaya Diri

Kamis, 19 Februari 2026 | 15:42:59 WIB

Liga Italia Sengit, Milan Gagal Raih Kemenangan

Kamis, 19 Februari 2026 | 15:42:58 WIB