Diskon Tiket PELNI Dorong Mudik Lebaran 2026

Jumat, 13 Februari 2026 | 16:25:14 WIB
Diskon Tiket PELNI Dorong Mudik Lebaran 2026

JAKARTA - Kebijakan transportasi berbiaya terjangkau menjadi instrumen penting menjaga mobilitas masyarakat saat musim mudik. 

Program stimulus dihadirkan untuk memastikan perjalanan antarpulau tetap inklusif. Upaya ini diarahkan agar daya beli masyarakat tetap terjaga menjelang hari besar.

Pemerintah melalui PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PT PELNI kembali meluncurkan program stimulus ekonomi berupa diskon tiket kapal untuk masa angkutan Lebaran 2026. 

Langkah ini diambil guna meringankan beban biaya transportasi masyarakat sekaligus menjaga stabilitas daya beli menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari dukungan negara terhadap kelancaran arus mudik nasional.

Program diskon sebesar 30 persen dari tarif dasar kelas ekonomi dibuka secara serentak pada bulan Februari 2026. Potongan harga tersebut berlaku untuk keberangkatan kapal di seluruh trayek nusantara mulai 11 Maret hingga 5 April 2026. Sebanyak 445.000 kursi diproyeksikan akan terserap oleh pemudik dalam program stimulus tahun ini.

Dampak Harga Terjangkau bagi Daerah

Keterjangkauan harga tiket diyakini memperluas ruang belanja pemudik di daerah tujuan. Efek ekonomi lokal diharapkan tumbuh seiring meningkatnya perputaran uang. Kebijakan tarif ini diposisikan sebagai pemantik aktivitas ekonomi wilayah.

Direktur Utama PELNI, Tri Andayani, menjelaskan bahwa keterjangkauan harga tiket merupakan kunci untuk mendorong perputaran ekonomi di daerah. “Semakin murah harga tiket, semakin banyak sisa uang yang bisa dibelanjakan masyarakat di kampung halaman,” ujar Tri Andayani. Pernyataan tersebut menegaskan hubungan langsung antara tarif transportasi dan belanja rumah tangga.

Kebijakan diskon ini diproyeksikan memberi dampak pada pelaku usaha lokal. Perjalanan yang lebih terjangkau mendorong frekuensi kunjungan pemudik. Dampak turunan diharapkan dirasakan oleh sektor perdagangan dan jasa di daerah tujuan.

Antisipasi Lonjakan di Kalimantan Selatan

Wilayah dengan arus penumpang tinggi memerlukan perencanaan yang matang. Kesiapan layanan lokal menjadi faktor penting dalam kelancaran mudik. Edukasi pembelian tiket lebih awal ditekankan untuk menghindari kekurangan kuota.

Antisipasi lonjakan penumpang menjadi fokus utama di wilayah Kalimantan Selatan, khususnya bagi pengguna jasa di Kotabaru dan Tanah Bumbu. Kepala Cabang PT PELNI Kotabaru atau Batulicin, Anita Lestari, mengingatkan pentingnya perencanaan perjalanan yang matang. 

“Kami mengimbau masyarakat di Kotabaru dan Tanah Bumbu untuk membeli tiket jauh-jauh hari melalui kantor cabang atau agen resmi agar tidak kehabisan kuota,” tegas Anita.

Pengaturan kuota dan jadwal keberangkatan menjadi bagian dari mitigasi kepadatan. Sosialisasi dilakukan untuk mengarahkan calon penumpang ke kanal resmi. Langkah ini diharapkan menekan risiko penumpukan pada hari keberangkatan tertentu.

Digitalisasi Layanan Pelayaran

Transformasi layanan menjadi kebutuhan untuk menghadapi lonjakan musiman. Digitalisasi diarahkan agar proses perjalanan lebih ringkas dan tertib. Penggunaan aplikasi dinilai mempercepat alur layanan di pelabuhan.

Selain kemudahan harga, PELNI mendorong efisiensi layanan melalui digitalisasi. Penumpang kini diarahkan beralih ke aplikasi PELNI Mobile, tidak hanya untuk pembelian tiket, tetapi juga proses keberangkatan yang lebih praktis. Upaya ini ditujukan untuk mengurangi antrean di titik layanan.

“Penumpang kini dapat melakukan check-in secara mandiri melalui aplikasi PELNI Mobile,” tambahnya. Ini merupakan bagian dari upaya meminimalisir kepadatan di pelabuhan. Alur penumpang diharapkan menjadi lebih teratur dengan pemanfaatan teknologi.

Komitmen Keselamatan dan Kelancaran

Tarif subsidi tidak mengurangi prioritas keselamatan pelayaran. Standar operasional tetap dijaga pada level tertinggi. Koordinasi lintas otoritas dilakukan untuk memastikan kelancaran.

Meski hadir dengan tarif subsidi, PT PELNI memastikan standar keselamatan pelayaran tetap menjadi prioritas tertinggi selama masa angkutan Lebaran 2026. Koordinasi intensif terus dilakukan dengan otoritas pelabuhan dan pemangku kepentingan terkait. Langkah ini ditempuh untuk menjamin kelancaran arus mudik di seluruh wilayah kerja PELNI.

Program ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi transportasi yang terjangkau. Kebijakan ini juga diposisikan sebagai motor penggerak kelancaran arus mudik-balik yang aman. Kenyamanan perjalanan diharapkan terjaga di seluruh Indonesia.

Terkini