Penguatan Indeks Bisnis Dorong Optimisme Pagi Ini

Selasa, 10 Februari 2026 | 16:04:41 WIB
Penguatan Indeks Bisnis Dorong Optimisme Pagi Ini

JAKARTA - Aktivitas perdagangan pagi hari memperlihatkan nuansa optimisme yang muncul dari pergerakan indeks saham unggulan. 

Indeks Bisnis-27 dibuka menguat seiring dengan kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Selasa, 10 Februari 2026. Saham TLKM, INDF, dan UNTR tercatat menjadi pendorong laju indeks.

Pergerakan awal tersebut mencerminkan respons pasar terhadap sentimen positif yang berkembang sejak sesi sebelumnya. Penguatan indeks utama memberikan dorongan psikologis bagi pelaku pasar untuk kembali masuk secara selektif. Kondisi ini membuat perhatian investor terfokus pada saham-saham berkapitalisasi besar yang menjadi kontributor utama.

Seiring pembukaan yang cenderung positif, dinamika pasar terlihat bergerak hati-hati. Investor memantau arah pergerakan lanjutan untuk memastikan keberlanjutan tren. Situasi ini menggambarkan pasar yang mulai membangun kepercayaan, meski tetap mengedepankan kehati-hatian.

Komposisi Pergerakan Saham Indeks Bisnis-27

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks hasil kerja sama Bursa dengan harian Bisnis Indonesia ini naik 0,10% ke 531,92 hingga pukul 09.02 WIB. Tercatat, sebanyak 11 saham menguat, 12 saham turun, dan 4 stagnan. Komposisi ini menunjukkan pergerakan yang relatif seimbang di dalam indeks.

Kondisi tersebut mencerminkan adanya tarik-menarik antara minat beli dan aksi ambil untung. Tidak semua saham bergerak searah, sehingga indeks bergerak terbatas. Perbedaan respons ini menandakan investor masih selektif dalam menempatkan dana.

Situasi pasar yang berimbang ini kerap menjadi fase konsolidasi awal. Investor cenderung menunggu kepastian arah sebelum meningkatkan eksposur. Dengan demikian, pergerakan indeks masih berpotensi fluktuatif dalam waktu dekat.

Saham Penggerak dan Penekan Indeks

Saham dengan kenaikan paling tinggi ditempati oleh PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang naik 1,49% ke Rp3.400 per saham. Posisi ini diikuti PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) yang tumbuh 1,47% menjadi Rp6.925. Keduanya menjadi penopang utama laju Indeks Bisnis-27 pada sesi pagi.

Sementara itu, saham PT United Tractors Tbk. (UNTR) menguat 1,39% ke Rp27.375, dan saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) membukukan kenaikan sebesar 0,84% menuju Rp1.810 per saham. Pergerakan positif ini menunjukkan minat beli yang tetap ada pada saham-saham tertentu. Kenaikan pada emiten terkait komoditas turut mencerminkan sentimen global yang mendukung.

Adapun penurunan harga ditorehkan saham PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) yang melemah 3,21% menjadi Rp2.410, sedangkan saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) mencatat penurunan sebesar 1,82% ke Rp1.885. Tekanan pada saham-saham konsumsi ini memperlihatkan adanya rotasi sektor. Investor terlihat mengalihkan fokus ke saham-saham yang dinilai memiliki katalis jangka pendek.

Pergerakan IHSG dan Proyeksi Konsolidasi

IHSG sendiri menguat 0,01% ke 8.032,90 hingga pukul 09.02 WIB. Hari ini, indeks komposit dibuka pada level 8.031,58 dan sempat ke posisi 8.035,43. Pada hari ini, indeks komposit diproyeksikan bergerak konsolidasi pada rentang 8.000 hingga 8.100 setelah berhasil parkir di zona hijau pada sesi sebelumnya.

Berdasarkan data Phintraco Sekuritas, IHSG ditutup menguat 1,22% ke level 8.031,87 pada perdagangan Senin, 9 Februari 2026. Meskipun sempat dibuka melemah akibat sentimen negatif penurunan outlook peringkat beberapa emiten, indeks mampu berbalik arah berkat katalis positif dari bursa Asia. Pembalikan arah ini memperlihatkan daya tahan pasar terhadap tekanan jangka pendek.

“Secara teknikal, terjadi penyempitan histogram negatif MACD IHSG dan Stochastic RSI mengindikasikan adanya sinyal reversal di area oversold,” tulis riset Phintraco Sekuritas. Sinyal teknikal tersebut memperkuat ekspektasi bahwa pasar memiliki peluang melanjutkan penguatan terbatas. Namun, konsolidasi masih berpotensi terjadi seiring investor menimbang berbagai faktor.

Faktor Pendukung Lain dan Sikap Investor

Selain faktor teknikal, laju IHSG turut mendapat sokongan dari reli harga komoditas global. Penguatan harga emas, perak, dan tembaga menjadi motor penggerak bagi emiten-emiten terkait. Kondisi ini memberikan angin segar bagi saham-saham sektor sumber daya.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah menguat ke level Rp16.805 per dolar AS di pasar spot. Penguatan ini sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang perkasa terhadap greenback, sehingga memberikan sentimen positif bagi pasar saham. Stabilitas nilai tukar turut membantu menjaga kepercayaan investor terhadap aset domestik.

Meski menunjukkan tanda-tanda pembalikan arah, Phintraco mencatat bahwa volume perdagangan cenderung relatif rendah. Kondisi ini mencerminkan investor masih cenderung wait and see terhadap dinamika pasar lebih lanjut. Sikap berhati-hati ini membuat pergerakan indeks berpotensi bergerak terbatas dalam jangka pendek.

Terkini