Hutama Karya Pacu Progres JTTS Rengat-Pekanbaru, Jembatan Siak 98 Persen Selesai

Senin, 09 Februari 2026 | 09:04:13 WIB
Hutama Karya Pacu Progres JTTS Rengat-Pekanbaru, Jembatan Siak 98 Persen Selesai

JAKARTA - PT Hutama Karya (Persero) terus mempercepat pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Salah satunya adalah proyek Ruas Rengat – Pekanbaru Seksi Junction Pekanbaru – Bypass Pekanbaru yang hingga Januari 2026 telah mencapai progres konstruksi 71,07 persen.

Pengadaan lahan untuk ruas tol ini juga menunjukkan capaian signifikan, yakni 83,52 persen. Hal ini menjadi indikasi kesiapan proyek untuk terus melaju sesuai target.

Penyelesaian Jembatan Siak Hampir Rampung

Salah satu struktur penting di ruas tol ini adalah Jembatan Siak. Hingga kini progres konstruksinya mencapai 98 persen, menunjukkan tahap akhir penyelesaian.

Jembatan ini melintasi Sungai Siak yang terkenal sebagai salah satu sungai terdalam di Indonesia. Infrastruktur ini menjadi penghubung kelima antara Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar sekaligus memperkuat jaringan jalan tol.

Mardiansyah, Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, menekankan bahwa jembatan ini merupakan jalur distribusi utama. Kehadirannya diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat serta distribusi barang dan jasa di wilayah Pekanbaru.

Jembatan Siak memiliki panjang total 214,5 meter dengan bentang utama 97,5 meter. Infrastruktur ini dirancang khusus untuk mendukung kelancaran lalu lintas dan efisiensi logistik.

Teknologi dan Metode Konstruksi Jembatan Siak

Dari sisi teknis, Jembatan Siak menggunakan struktur Box Girder. Metode konstruksinya adalah Balanced Cantilever dengan Form Traveller yang memungkinkan penyelesaian struktur utama hanya dalam enam bulan.

Efektivitas perencanaan dan pelaksanaan konstruksi terlihat dari waktu pembangunan yang relatif singkat. Penerapan standar keselamatan dan mutu ketat juga menjadi prioritas utama.

Integrasi Ruas Tol di Provinsi Riau

Ruas Tol Rengat – Pekanbaru Seksi Junction Pekanbaru – Bypass Pekanbaru nantinya akan terhubung dengan ruas tol utama lainnya. Jalur tersebut meliputi Tol Pekanbaru–Rengat, Tol Pekanbaru–Dumai, dan Tol Pekanbaru–Bangkinang–XIII Koto Kampar.

Keberadaan jembatan dan ruas tol ini akan memperkuat integrasi jaringan JTTS. Mardiansyah menambahkan bahwa hal ini akan mendorong kelancaran distribusi logistik dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Selain itu, proyek ini membuka akses ke kawasan industri dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Dengan begitu, kepadatan di jalan arteri dapat berkurang signifikan.

Komitmen Hutama Karya dan Capaian Infrastruktur

Hutama Karya menekankan komitmen menghadirkan infrastruktur strategis nasional yang aman dan berkualitas. Semua konstruksi dilaksanakan dengan standar Zero Accident, memastikan keselamatan pekerja dan kualitas proyek.

Hingga saat ini, JTTS yang dibangun Hutama Karya telah mencapai ±1.235 km, baik yang beroperasi maupun masih dalam tahap konstruksi. Ruas tol yang sudah beroperasi mencakup Tol Bakauheni – Terbanggi Besar, Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung, Tol Palembang – Indralaya, dan sejumlah tol lainnya di Sumatra.

Ruas tol lainnya seperti Tol Pekanbaru – Dumai dan Tol Pekanbaru – XIII Koto Kampar juga telah menambah konektivitas di Provinsi Riau. Keberadaan jalan tol ini diharapkan mendorong pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi regional.

Pembangunan JTTS diharapkan menjadi tulang punggung konektivitas darat di Sumatra. Keberlanjutan proyek ini akan memberi manfaat nyata bagi masyarakat, mulai dari kemudahan mobilitas hingga efisiensi distribusi barang.

Dengan selesainya Jembatan Siak, integrasi antar ruas tol di Riau semakin kuat. Proyek ini juga menjadi contoh efektivitas perencanaan dan pelaksanaan infrastruktur berskala nasional.

Peningkatan konektivitas melalui tol di Riau juga membuka peluang investasi baru di sektor perdagangan dan industri. Hal ini mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Pembangunan JTTS secara keseluruhan mencerminkan strategi nasional dalam memperkuat infrastruktur transportasi di Sumatra. Hutama Karya terus berkomitmen menghadirkan proyek berkualitas dan bermanfaat jangka panjang.

Jalan tol dan jembatan strategis seperti Jembatan Siak diharapkan mampu menekan biaya logistik dan mempercepat pergerakan barang antarwilayah. Hal ini menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Provinsi Riau.

Secara keseluruhan, progres 71,07 persen konstruksi dan 83,52 persen pengadaan lahan menunjukkan keberhasilan proyek hingga awal 2026. Hutama Karya menargetkan penyelesaian proyek sesuai rencana dan memaksimalkan manfaat infrastruktur bagi masyarakat.

Terkini