Kemendag Fokus Perkuat Produk Lokal dan UMKM Agar Tembus Pasar Global

Kamis, 05 Februari 2026 | 13:34:00 WIB
Kemendag Fokus Perkuat Produk Lokal dan UMKM Agar Tembus Pasar Global

JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyiapkan strategi prioritas untuk memperkuat kinerja perdagangan nasional. Menteri Perdagangan Budi Santoso menekankan program ini penting di tengah dinamika dan tantangan pasar global.

Budi menyebut fokus Kemendag bukan hanya pada ekspor, tetapi juga penguatan pasar dalam negeri. Langkah ini dianggap penting agar produk lokal mampu bersaing sekaligus menahan laju produk impor.

Peningkatan Daya Saing Produk Lokal

Salah satu fokus utama Kemendag adalah meningkatkan daya saing produk dalam negeri. Program ini ditujukan agar produk lokal mendominasi pasar domestik dan mampu bersaing di pasar global.

Upaya peningkatan daya saing mencakup berbagai sektor, mulai dari industri makanan, kerajinan, hingga barang konsumsi lainnya. Strategi ini diharapkan memperkuat fondasi perdagangan nasional secara berkelanjutan.

Fasilitasi UMKM di Ritel Modern

Kemendag juga gencar memfasilitasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar masuk ritel modern. Saat ini sekitar 80 persen produk yang dijual di ritel modern sudah diisi oleh UMKM, menunjukkan daya saing produk lokal meningkat.

Program ini tidak hanya membuka akses pasar, tetapi juga meningkatkan kapasitas UMKM agar mampu bersaing dengan produk impor. Berbagai kegiatan penjajakan bisnis dilakukan untuk memperluas jangkauan UMKM.

Dorongan Konsumsi Produk Dalam Negeri

Kemendag mendorong masyarakat untuk membeli produk lokal melalui berbagai program belanja nasional. Sepanjang 2025, transaksi program Every Purchase Is Cheap (EPIC) Sale mencapai hampir Rp55 triliun, menunjukkan minat konsumen yang tinggi.

Selain EPIC Sale, Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) tercatat mencapai Rp36,4 triliun, sementara Belanja di Indonesia Aja (BINA) Great Sale Indonesia 2025 tembus Rp31 triliun. Program-program ini mendukung penguatan pasar domestik sekaligus meningkatkan konsumsi produk lokal.

Perluasan Akses Pasar Ekspor

Di sisi perdagangan luar negeri, Kemendag memprioritaskan perluasan akses pasar melalui perjanjian dagang. Sepanjang 2025, Kemendag berhasil menyelesaikan lima perjanjian penting, termasuk I-EU CEPA dan Indonesia-Canada CEPA.

Secara keseluruhan, Indonesia telah mengimplementasikan 20 perjanjian dagang, 15 masih dalam proses ratifikasi, dan 11 dalam tahap perundingan. Perjanjian ini membuka peluang ekspor baru bagi pelaku usaha nasional.

Fasilitasi UMKM Ekspor Melalui Program BISA

Kemendag juga mendukung pelaku UMKM untuk menembus pasar ekspor melalui program UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi (BISA) Ekspor. Sepanjang 2025, program ini memfasilitasi business matching bagi 1.217 pelaku usaha dengan total transaksi mencapai 134,87 juta dolar AS.

Budi menegaskan bahwa ekspor bukan hanya untuk perusahaan besar. UMKM juga harus mampu menembus pasar internasional agar pertumbuhan ekonomi lebih inklusif dan merata.

Peran Perwakilan Dagang RI di Luar Negeri

Fasilitasi ekspor bagi pelaku UMKM didukung oleh 46 perwakilan dagang RI di 33 negara. Kehadiran perwakilan ini membantu pelaku usaha memahami pasar, menjalin kerja sama, dan meningkatkan daya saing produk Indonesia.

Pendekatan ini juga menjadi bagian dari strategi Kemendag untuk memperkuat brand produk lokal di pasar global. Sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha diharapkan menghasilkan ekspor yang lebih berkelanjutan.

Kemendag menekankan keseimbangan antara penguatan pasar domestik dan ekspansi perdagangan luar negeri. Fokus pada peningkatan daya saing produk lokal dan fasilitasi UMKM menjadi kunci agar perdagangan nasional tetap tangguh di tengah dinamika global.

Upaya memperluas akses pasar, mendorong konsumsi produk dalam negeri, serta mendukung UMKM menembus ekspor diharapkan memperkuat struktur perdagangan nasional. Strategi ini sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Terkini