JAKARTA - Minat masyarakat terhadap emas sebagai instrumen investasi jangka panjang terus menunjukkan peningkatan signifikan.
Kondisi ini turut mendorong pertumbuhan pembiayaan emas di sektor perbankan syariah secara konsisten. Sepanjang 2025, tren tersebut tercermin dari kinerja pembiayaan emas yang mencatatkan lonjakan tajam.
Emas dinilai sebagai aset yang mampu menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang. Karakteristiknya sebagai lindung nilai membuatnya semakin diminati di tengah dinamika ekonomi global. Hal inilah yang menjadi latar belakang meningkatnya permintaan pembiayaan emas.
Pertumbuhan ini menunjukkan perubahan pola investasi masyarakat yang semakin terencana. Masyarakat tidak lagi hanya menyimpan dana, tetapi mulai mengalokasikannya pada aset bernilai stabil. Perbankan syariah pun menangkap peluang tersebut sebagai bagian dari penguatan bisnis ritel.
Lonjakan Pembiayaan Emas Sepanjang Tahun
PT Bank BCA Syariah mencatatkan kinerja impresif pada pembiayaan emas selama 2025. Per Desember 2025, pembiayaan murabahah emas tumbuh 238,1 persen secara tahunan dengan nilai mencapai Rp520 miliar. Pertumbuhan tersebut mencerminkan tingginya permintaan masyarakat terhadap produk pembiayaan emas.
Direktur BCA Syariah Pranata menyampaikan bahwa lonjakan ini dipengaruhi oleh tren kenaikan harga emas global. Kondisi tersebut mendorong masyarakat untuk segera memiliki emas sebagai aset investasi. Pembiayaan emas menjadi solusi bagi nasabah yang ingin memiliki emas secara bertahap.
Menurutnya, peningkatan ini menjadi indikator positif bagi kinerja pembiayaan syariah. Skema murabahah emas memberikan kepastian harga dan mekanisme yang transparan. Hal tersebut menumbuhkan kepercayaan nasabah dalam berinvestasi melalui perbankan syariah.
Daya Tarik Pembiayaan Emas bagi Generasi Muda
Produk pembiayaan Emas iB BCA Syariah diminati oleh berbagai segmen usia. Nasabah berasal dari generasi milenial hingga generasi Z yang mulai aktif berinvestasi. Skema pembiayaan bertahap menjadi keunggulan utama bagi kelompok usia muda.
Kemudahan memiliki emas tanpa dana besar di awal dinilai sangat menarik. Nasabah dapat menyesuaikan cicilan dengan kemampuan finansial masing-masing. Hal ini membuka akses investasi emas yang lebih inklusif.
Pranata menegaskan bahwa tren ini menunjukkan peningkatan literasi investasi masyarakat. Generasi muda semakin sadar pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang. Pembiayaan emas syariah hadir sebagai solusi yang sesuai dengan kebutuhan tersebut.
Prospek Positif Pembiayaan Emas Tahun 2026
BCA Syariah optimistis pembiayaan emas masih memiliki prospek yang kuat pada 2026. Tren harga emas yang cenderung meningkat menjadi sentimen positif bagi pertumbuhan bisnis ini. Selain itu, emas tetap dipandang sebagai instrumen safe haven oleh masyarakat.
Minat terhadap aset lindung nilai diperkirakan terus berlanjut. Kondisi ekonomi global yang dinamis turut memperkuat posisi emas sebagai pilihan investasi. Situasi ini membuka peluang pertumbuhan pembiayaan emas secara berkelanjutan.
Pranata menyatakan bahwa pembiayaan emas berpotensi menjadi peluang bisnis yang konsisten. Permintaan yang stabil memberikan ruang ekspansi bagi perbankan syariah. BCA Syariah melihat momentum ini sebagai bagian dari strategi jangka menengah.
Inovasi Layanan Perkuat Pertumbuhan Bisnis
Untuk menjaga momentum pertumbuhan, BCA Syariah terus melakukan inovasi layanan. Salah satunya melalui kemudahan pengajuan pembiayaan emas secara digital. Layanan ini dapat diakses melalui mobile banking BSya by BCA Syariah.
Digitalisasi memungkinkan nasabah mengajukan pembiayaan dengan lebih cepat dan praktis. Proses yang efisien meningkatkan kenyamanan serta aksesibilitas layanan. Langkah ini sejalan dengan kebutuhan nasabah yang semakin mengandalkan teknologi.
Selain itu, BCA Syariah aktif memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah. Partisipasi dalam pameran dan kegiatan edukasi terus dilakukan secara berkelanjutan. Upaya ini diharapkan memperluas basis nasabah dan memperkuat pembiayaan emas sebagai pilar bisnis ritel.