JAKARTA - Harga perak ditutup lebih tinggi pada akhir pekan Jumat, terbantu oleh melemahnya dolar AS. Pergerakan ini membuat harga perak spot melonjak 9,73% menjadi $77,87.
Sementara itu, kontrak perak berjangka AS untuk Maret 2026 ditutup naik 0,24% pada $76,90. Indeks dolar AS menurun karena penguatan pasar saham mengurangi permintaan likuiditas dolar.
Volatilitas dan Permintaan Aset Safe Haven
Awalnya harga perak turun tajam pada Jumat karena lonjakan volatilitas memaksa bursa menaikkan batas margin perdagangan logam mulia. Namun, permintaan aset safe haven muncul seiring risiko geopolitik di Iran, Ukraina, Timur Tengah, dan Venezuela.
Selain itu, pelemahan dolar menambah dorongan bagi logam mulia. Presiden AS Donald Trump menyatakan ia merasa nyaman dengan kondisi dolar yang lebih lemah baru-baru ini.
Dolar Lemah dan Prospek Penurunan Suku Bunga The Fed
Pelemahan dolar mendorong investor mencari logam mulia sebagai penyimpan nilai. Kenaikan harga perak juga didorong oleh harapan pasar terhadap penurunan suku bunga Federal Reserve.
Data tenaga kerja AS yang lemah memperkuat ekspektasi ini. Pemutusan hubungan kerja di AS mencapai 108,4 ribu pada Januari, tertinggi sejak 2009, sementara klaim awal pengangguran meningkat menjadi 231 ribu.
Respons Pasar dan Proyeksi Pergerakan Harga
Serangkaian data ketenagakerjaan yang mengecewakan meningkatkan ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga akhir tahun ini. Pasar memprediksi langkah pertama bisa terjadi pada bulan Juni.
Dinihari nanti, pejabat Fed Waller, Miran, dan Bostic dijadwalkan memberikan pernyataan. Analis Vibiz Research Center memprediksi harga perak dapat bergerak naik jika ketegangan geopolitik dan pelemahan dolar berlanjut.
Kisaran Harga Perak dan Faktor Risiko
Jika pejabat Fed bersikap hawkish, harga perak bisa terkoreksi. Harga perak berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran resistance $81,91-$86,93 dan support $67,89-$58,89.
Ketegangan geopolitik AS-Iran, Rusia-Ukraina, dan Timur Tengah akan terus menjadi faktor utama. Investor juga akan terus memantau pergerakan dolar AS sebagai indikator penguatan harga perak.